pena dari pemula

<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Cambria Math”; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:”"; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} .MsoPapDefault {mso-style-type:export-only; margin-bottom:10.0pt; line-height:115%;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

BELAIAN MATI SURI PENYAMPAI HIDAYAH

Pagi itu, Alib bersiap-siap memasang jaketnya. ia berjalan melangkah keluar rumah sambil menjinjing tasnya yang bermotif kulit buaya. sebelum pergi ia hanya meminum segelas teh dan berangkat tanpa berpamitan dengan istrinya, tanpa meraih tangan istrinya ia Hanya membelai kucing kesayangannya. Setelah itu ia pergi hanya dengan tatapan sekejap, tanpa ada salam sepotong pun yang terucap dari bibirnya.ia pergi seiring angin pagi membawanya.

“Aisyah, belikan aku bir sore nanti, aka nada tamu yang datang dari kota ”ucapnya sambil memperbaiki stelan jasnya yang tampak kurang rapi.

Istrinya hanya mengangguk, kemudian meraih tangan Alib dan menciumnya ”Assalamu Alaikum..hati-hati di jalan Bang.”jawabnya sambil melambaikan tangan ke arah suaminya. Tanpa respon Alib berjalan melangkah keluar pagar rumah, melewati taman bunga yang tertata sederhana di kelilingi rumput hijau, ia menuju ke arah motor thunder yang di parkirnya di depan pagar hijau kepunyaannya. Ia menyusun barang-barangnya ke dalam bagasi motor, memasang tas ranselnya di punggung. Dan ia bersiap tancap gas.

Secepat kilat ia telah meninggalkan kediamannya dan melaju ke arah jalan raya yang padat akan orang-orang yang berlalu lalang . di samping kiri kanan ia memandang suasana pagi dengan udara segar mendinginkan tulang.

Alib seorang pegawai negeri dan juga sebagai kepala desa di salah satu daerah terpencil di derah Palestina. Ia bekerja di salah satu kantor milik pemerintah Israel yang berada di tengah pusat kota. Setiap harinya ia harus menempu perjalanan kurang lebih 20 km dari rumah tempat tinggalnya. Jalan yang penuh dengan ribuan pasukan berseragam hijau, sering ia lalui dengan hati yang berdebar-debar. Daerah perbatasan dengan wilayah Palestina dan Israel dua Negara yang masih berstatus perang. Warga yang melewati daerah itu harus ber urusan dengan pasukan yang setia dengan senjata yang di tentengnya kemana-mana.

Setiap hari seperti hari biasanya , ia harus sampai ke kantor sebelum jam masuk para pegawai lainya. Namun dalam perjalanannya kali ini , ia merasa ada sedikit kejanggalan dalam hati. Ia sering merasa cemas akan sesuatu hal namun ia pun tak tahu apa yang tengah di khawatirkannya itu.dalam perjalanan ke kantor kali ini, ia merasakan sesuatu yang berbeda dari hari biasanya .

Di tengah jalan di temuinya seorang kakek tua dan seorang cucunya berjalan melintas di depannya tanpa ada tanda rambu lalu lintas di depan, yang biasa di lalui orang untuk menyebrang jalan. kakek tua itu memandang ke arahnya dengan tatapan cemas sedang cucunya berjalan di sebelahnya dengan langkah tergopo-gopoh. Pakaian yang melekat di tubuhnya tampak kusam dan lusuh. Cucunya terluka di bagian keningnya, cairan merah itu mengalir dengan derasnya sampai menutupi sebagian wajahnya.

Alib menhentikan kendaraannya secara mendadak, memandang dengan mimic kesal kepada mereka, namun ia tidak akan berhenti karena hal itu, ia harus tiba di tujuan. Seseorang menghampiri mereka, ia menghalang tangannya dan membiarkan sang kakek dan cucunya menyebrang ke jalan. Mau tak mau Alib berhenti secara terpaksa. Bunyi klakson tiba-tiba memecah , berbunyi bergantian dengan suara yang memecah telinga. Suara rem kendaraan berbunyi bersahut-sahutan dengan lengkingan keras menambah keramaian .secara tiba-tiba …spontan mobil truk besar dan kendaraan lainnya terhenti dengan suara klakson yang semakin memecah dan memekik. Membuat pengguna jalan saling berteriak ,memakipengendara di depannya ..

Sang kakek dan cucunya bergegas ke seberang jalan untuk menghindari kemarahan para pengendara…Alib meneriaki kakek dan cucunya itu, Karena berjalan di tengah tanpa langkah cepat.

Alib sejenak menatap kembali dengan perasaan jenkel kepada sang kakek dan cucunya itu,ia juga merasa kemudian menancap gas meninggalkan mereka di tengah keramaian berjuta lautan manusia dengan berbagai kepentingan. Ia tidak ingin waktunya habis di tengah jalan menyaksikan keramaian yang setiap hari di dapatinya. Melewati tikungan terakhir, tiba-tiba ia tidak dapat mengendalikan laju kendaraannya…stir motor dilepaskan dalam gengamannya lalu tangannya mendarat ke dada. hatinya berdetak tak karuan,gengaman menancam dalam dadanya, kaku. Bayangan itu mengusik memorinya. .. bruk.,.ia terpelanting ke jalanan. Berbaring di atas aspal hitam keras…tangannya terkikis akan buaian batu hitam aspal.. cairan merah itu pun tak terelakan mengalir di keningnya, tubuh lelah tak berdaya. Hanya bunyi klakson motornya berbunyi seakan memanggil warga untuk menolong tuannya. Tiang listrik di depannya terparkir sepeda motornya yang rinsek..lama-kelamaan kerumunan berkumpul mengelilingi tubuh Alib. Ia membuka mata, kumpulan massa itu hanya melihat-lihat tubuhnya yang berlumuran luka. cepat-cepat ia bangkit meraih tasnya. Matanya memerah, terpericik tetesan merah dari dahinya. Namun ia tetap melangkah pasti menuju motornya . namun tubuhnya di rasakan berat. Ia terjatuh tak kuasa memandang, matanya menutup alam nyata di sekitarnya dan pandangan nya perlahan –lahan memasuki alam kegelapan.hitam,,.

Terbaring di rumah sakit, Alib membuka mata memandang sekeliling. Ia memandangi seluruh tubuhnya terpasangi selimut putih,bantal, tirai dan ruangan yang serba putih. Jarum infus menancap di tangan kirinya. Mengalirkan zat cair dari botol yang bergelantung. Ia tersentak, menyentuh jemari lembut di sampingnya. wajahnya pucat pasi, membaringkan kepala nya di samping tangan Alib.

“maafkan saya, Dinda aku telah banyak membuatmu tcemas…”ucap Alib dalam Batinnya, sambil membelai wajah istrinya. ini adalah kali pertama ia memanggil istrinya dengan sebutan sayang. ia sering kali memanggil istrinya dengan namanya saja , tak pernah ada kata saying yang sering di lontarkan pada istrinya.

Belaian Alib membangunkan Aisyah, istrinya. Ia membuka mata dan lansung memeluk Alib dengan wajah yang berbinar bergelinang air mata.

Belum sempat berkata, ia di datangi dengan sekilas bayangan,,berwujud makluk yang bercahaya tanpa wajah sedang menghampirinya itu.

“Assalamu Alaikum Wr.Wb” sapanya dengan meraih tangan Alib. Tanpa menunggu balasan salamnya, Alib terbawa olehnya, seakan di bawa terbang ke langit. Tubunhnya dirasakan dingin,perih, dan sakit bergejolak dalam dirinya. Tubunnya terasa terpotong-potong sekecil.kulitnya teras di kelupas hidup-hidup.tak ada lagi napas.ia melayang ke angkasa bersama makhluk putih yang tak di kenalinya. Sekilas, sempat Ia melihat istrinya menangis di sisinya tanpa bisa menyapa..

Istri Alib berteriak. Dokter lansung menangani Alib. Wajahnya pucat, seluruh tubuhnya kaku. Tak ada detakan jantung dalam dadanya. Ia diam dan tiada bergerak lagi. Sang dokter hanya menggeleng, kemudian membentangkan kain putih di atas wajah Alib. Istrinya menutup mata dan berlari namun terjatuh, pingsan.

Keramaian mengundang di rumah kediaman Alib,para tetangga berdatangan, keluarga, sanak saudara, dan kerabat lainnya berdatangan menghantarkan duka cita. Istri Alib tak henti hentinya menangis memeluk tiap keluarga yang datang. Hanya kesedihan yang bernaung di bola matanya. Tak ada kata yang keluar, ruangan hanya di selimuti kelam. Alib telah pergi untuk selamanya.

Ketika akan di mandikannya, jenazah Alib bergerak. Semua orang berlarian ketakutan. Sesorang berkata Subhanallah, apa yang kami lihat pada dirimu. Bukankah kamu telah meninggal dunia Alib ?. Alib membuka mata, bangkit dari pembaringannya dengan tenang “ sesungguhnyaaku memang telah meninggal dunia. Bahkan (rasanya) talah ada seseorang yang membawaku ke dalam kubur . Dia memiliki wajah yang bersinar, dan beraroma wangi.dan meletakkanku dalam liang lahat. Namun kemudian datang mahluk berkulit hitam, bebau busuk dan menyapaku.

“Kau adalah orang yang penuh dengan kesombongan, munafik, dan tidak pernah ingin menolong saudaranya( menyebutkan sifat dan perbuatan burukku )”aku merasa malu terhadap perbuatan yang telah kusia-siakan selama hidup, perbuatan buruk yang di sebutkan olehnya, seakan telah menjadi penyesalan bagiku, mengundal dan membongkar semua keburukan yang telah aku lakukan selama di dunia.

Kemudian mahluk itu menyuruhku pergi, mengibas-ibaskan tangannya menjauhi diriku, memicinkan sorot pandangan matanya ke arahku. Aku pun menyingkir menuju sebuah daerah yang luas. Di sana aku melihat sebuah undukan tanah yang memiliki banyak batu. Di pojok daerah itu sebuah masjid terbangung kokoh dan megah di dalamnya, dan seorang lelaki beridiri mengerjakan sholat .ia membaca Al-Quran namun tak pernah sampai , aku berusaha membantu , sehingga ia berhasil membacanya dengan lancar.

“sesungguhnya engkau telah memiliki kebaikan namun perhatikanlah sekitarmu, sempurnakanlah ibadahmu” suara itu begitu merdu dan menyejukkan hati .

“aku hanya bias berharap agar ALLAH memberikan kesempatan lagi, agar aku menjalankan perintahnya secara utuh”pintaku dalam batin ,memelas agar apa yang menimpa diriku.

Permohonan batinku terucap secara lisan , membangunkanku dalam lamunan. Seberkas cahaya menghampiriku, dan membawaku kembali kesini.

Seluruh warga hanya bisa tercengang-cengang mendengar kisah perjalanan Alib ysang telah kembali dari kematiannya, dan lahir sebagai manusia yang baru.

Setelah kejadian itu, Alib hanya berharap suatu hari nanti ia akan cari kakek dan cucunnya yang di temuinya sebelum kecelakaan itu. ia merasa bersalah atas perlakuannya kepada mereka. Ia berjanji akan meminta maaf atas perlakuannya hari itu. Namun sampai sekarang tak satu pun tau di mana keberadaan mereka.

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan Komentar

secerca kalimat dari embun langit

Kata seorang bijak

S

elama kita memiliki kemauan, dan keteguhan hati, besi batangan pun bila digosok terus menerus pasti akan menjadi jarum.

k

eterampilan berkomunikasi Secara baik dan positif merupakan syarat mutlak bagi setiap orang yang ingin meraih kesuksesan dalam bidang apa pun yang digeluti.

J

angan takut mencoba, jangan takut memulai bila telah diperjuangkn dengan sunguh-sungguh, hasilnya sukses atau gagal, sesungguhnya semangat perjuangan itu telah memiliki nilai kesuksesan tersendiri ! Jangan pernah menyesal mencoba dan mencoba.

Salah satu cara yang memestikan kesinambungan pengayaan otak adalah mempertahankan rasa ingin tahu sepanjang hidup kita.

Seseorang yang bebas adalah sesesorang yang berani berinteraksi untk melihat kelebihan dan kekurangan dirinya, sebaliknya ia menyadari akan kekurangannya. Keterbukaan terhadap dunia luar memerlukan keterlibatan yang intelegen., ia harus dapat memilih secara jitu, cepat dan tepat.

Kita boleh mengambil pelajaran dari masa lalu tetapi kita tidak boleh hidup dalam masa lalu.

Sesungguhnya allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sehingga kaum itu mengubah nasibnya sendiri.

Sebaik-sebaiknya manusia adalah yang ppaling banyak manfaatnya bagi orang lain.

Berusahalh menjadi yang terbaik tetapi jangan pernah berfikir dirimu yang terbaik.

Pemenang tak akan pernah berhenti dan yang berhenti tak akan menang.

Jika sesuatu tampak sulit bagi kita jangan menganggap orang lain tidak mampu melakukannya.. sebaliknya, jika sesuatu dapat dilakukan oleh orang lain, yakinlah bahwa kita juga mampu melakukannya.

Semangat adalah aset terbesar diseluruh dunia, ia mengalahkan uang, kekuasaan dan pengaruh.

Lulus dari perguruan tinggi bukan berarti kita pintar, justru kita mulai belajar dan jangan sombong karena sudah merasa sudah benar.

Tuhan memberi makanan kepada setiap ekor burung tetapi ia tidak melemparkan makanan itu kedalam sarang.(J.G. Holland)

Seorang teman adalah sebuah dorongan saat kita terhenti, sebuah kata saat kita kesepian, sebuah tuntunan saat kita sedang mencari, sebuah senyuman saat kita merasa sedih, sebuah lagu saat kita merasa senang.

Melayani dengan tulus adalah bahasa yang dapat didengar oleh orang tuli dan dilihat oleh orang buta.

Dunia memang manis, namun hanya fatamorgana, tak kekal dan akan hilang. Kini orang berbangga dengan berbanyak hatra, namun lupa dengan hak harta dan kehidupan akhirat. Tontonan yang tidak mendidik jadi satu faktor pemicu kecintaan pada dunia nan fana.

Hidup belum kaya tapi sudah sok kaya.

Salah satu sifat manusia yang hingga kini masih mewarnai pergaulan adalah seseorang lebih mudah dan menyenangkan menceritakan hal-hal negatif tentang orang lain daripada yang positif.

Kepuasan batin tidak dapat diukur dengan uang.

Satu-satunya yang akan membuat kita merasa aman didunia ini adalah pengetahuan, pengalamn dan kemampuan.

Seseorang yang beramal tanpa ilmu pengtahuan laksana seseorang yang berjalan tanpa petunjuk dan seseorang yang beramal tanpa ilmu pengetahuan ia akan lebih banyak merusak daripada berbuat kebaikan. Carilah ilmu tanpa harus mengganggu ibadah dan carilah ibadah tanpa harus mengganggu ilmu.

Kadang ucapan tidak sama dengan perbuatan padahal kata itulah yang harus jadi patokan dalam diri setiap individu, kadang orang bilang tong kosong nyaring bunyinya kadang juga orang bilang diam-diam munafik jadi bisa disimpulkan bahwa ucapan harus sesuai dengan perbuatan jang bisanya Cuma ngomong doang.

Kita bisa merancang dan merencanakan, namun tuhan jualah yang menentukan.

Rumus keberhasilan adalah simpel saja yaitu praktik dan konsentrasi kemudian meningkatkan praktik dan konsentrasi itu.

Jangan biarkan orang lain lebih tau banyak tentang dirimu bekerjalah dengan senag hati dan ketenangan jiwa yang membuat kamu menyadari bahwa muatan pikiran yang benar dan usaha yang benar akan mendatangkan hasil yang benar.

Lebih bahaya mencucurkanair mata dalam hati dibandingkan menangis resedu-sedu.air mata yang keluar dapat dihapus sementara air mata yang tersembunyi akan menggoreskan lika yang tidak akan pernah hilang.

Jika kamu ingin menciptakan sesuatu kamu harus melakukan sesuatu.

Ilmu itu bagaikan binatnag buruan” sementara tulisan adalah jalannya, ikatlah binatang buruan kalian dengan jalan yang kuat karena sungguh sangat bodoh bila engkau menangkap binatang buruan lalu engkau biarkan lepas denagn bebas.

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan Komentar

puisi harapan

langitku semakin jauh .., seakan tak kan pernah ku raih

gemilau kehidupan membuatku terlena dalam buaiannya ,

menjadikan ku lecana tak berharga

rinduku akan belaiannya terasa hampa dalam dadaku,

tiada lagi kehangatan …,

jauh dari mata ini ku memandang kemegahannya …,

jauh …., ku menyantuhnya …, memeluk nya ,…, menggapainya  dan membelainya

wahai mimpi – mimpiku menjelmahlah  dalam sukmaku

agar engkau senantiasa tumbuh di setiap jejak langkahku

menjadi penawar di setiap lukaku ini …,

engkaulah harapanku…..,

makassar 12- januari- 2010

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan Komentar

dikota yang tak terlupakan

kota yang indah dan megah  tempatku meniti masa depan

semua kehidupanku kujalani ditempat itu

tiada hari dan canda,semua hanya kesedihan

musim berganti, tahun berlalu tiada kebahagiaan

oh Tuhan …kapankah  akhir semua ini…

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan Komentar

Kabupaten Barru adalah salah satu Kabupaten yang berada pada pesisir barat propinsi Sulawesi Selatan, terletak diantara koordinat 4­­­­° 5’49” 47’35” lintang selatan dan 119°  49’35” lintang selatan dan 119° 35’00 – 119° 49’16” bujur timur dengan luas wilayah 1.174.72 km² berjarak  ± 100 km sebelah utara kota Makassar, dan 50 km sebelah selatan kota Parepare dengan garis pantai sepanjang ± 78 km.

Kabupaten Barru berada pada jalur trans Sulawesi dan merupakan daerah lintas wisata antara kota Makassar dengan Kabupaten Tanah Toraja sebagai tujuan wisata serta berada dalam kawasan pengembangan ekonomi terpadu (KAPET) Parepare jumlah penduduknya berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2002 sebesar 154.008 jiwa dengan kepadatan rata-rata 131/km². Pendapatan perkapita penduduk Kabupaten Barru berdasarkan harga berlaku pada tahun 2004 sebesar Rp 4.410.079,82. Perjalanan dari Makassar ke Kabupaten Barru dapat ditempuh selama 1,5 jam dan dari kota Parepare ke Kota Barru selama 45 menit.

Kabupaten Barru berbatasan dengan kota Parepare dan Kabupaten Sidrap disebelah utara, Kabupaten Soppeng dan Kabupaten Bone disebelah Timur, Kabupaten Pangkep disebelah selatan dan selat Makassar disebelah barat.

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan Komentar

BARRU adalah tempat tinggalku meski hanya sedikit orang yang kenal. sangat senang dengan kotaku,kota yang indah tepatnya disulawesi selatan.pemandangan yang indah,tempat liburan bersama keluarga.bakki

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan Komentar

“pengabdian”

janganlah berharap duniamu akan bahagia tanpa sebuah pengabdian.

kepada siapakah kiranya kita mengabdi ?

jawabnya tidaklah susah ataupun gampang

karena untuk menjadi abdinya

engkau harus bersabar,tabah,dan meksanakannya
dengan ikhlas.

mengabdilah untuk Tuhan-Mu dan kedua orang tuaMu.

itulah pengabdian sesungguhnya.

Dipublikasi di Uncategorized | 1 Komentar

hai…Salam kenal

bunga_mawar_merah1

Assalamu alaikum

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan Komentar

Hello world!

Selamat datang di dagdigdug.com. Ini merupakan post pertama Anda. Sunting atau hapus artikel ini, dan selanjutnya kami ucapkan selamat ngeblog!

Dipublikasi di Uncategorized | 1 Komentar